utgDBaDdC1JqhMg--FQrPT8vyE8

BRS FM Radio Community

Jumat, 09 September 2011

Bitung Post - Komisi C DPRD Bitung Janji Periksa AMDAL Industri Yang di Diduga Mencemarkan Pesisir Pantai

Bitung, BP: Menyusul laporan dan keluhan masyarakat atas sejumlah perusahaan di wilayah pesisir pantai Kecamatan Madidir yang diduga mencemari wilayah pantai tersebut, mengundang perhatian DPRD Bitung. Komisi C berjanji akan melakukan pemeriksaan dokumen Amdal semua perusahaan yang berada di wilayah tersebut.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bitung, Drs Lexi Maramis kepada wartawan mengatakan, walaupun belum ada laporan yang masuk di DPRD Bitung tentang pencemaran lingkungan di wilayah pesisir pantai Madidir.

Namun berdasarkan informasi dari anggota DPRD serta keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media massa, sudah merupakan bukti bagi Komisi C untuk menindak lanjuti.

Jelas Maramis bahwa persoalan ini sangat serius sehingga pemantauan dan pemeriksaan di wilayah tersebut termasuk dokumen Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dari perusahaan-perusahaan harus segara di lakukan.

Di sisi lain Maramis menyorot kinerja Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bitung sebagai instansi teknis yang bertanggung jawab akan masalah lingkungan hidup tidak proaktif.(mo/bp)

Selasa, 06 September 2011

Bitung Post - PT. AMR Bitung Siap Bantu Petani dalam Peremajaan Kelapa

Bitung, BP: Salah satu bahan baku komoditi industry PT.Argo Makmur Raya Bitung adalah kelapa dan sawit. Petani kelapa kota Bitung termasuk pemasok kelapa di perusahaan tersebut sehingga program kemasyarakatan selain bakti sosial, bantuan lainnya yang lebih di prioritaskan yaitu bantuan bibit kelapa yang nantinya akan di salurkan kepada petani.

Hal tersebut di sampaikan divisi humas PT.AMR Agusman ketika di temui wartawan selasa 6 september di ruang kerjanya.

Menurut Agusman bahwa perusahaannya bergerak di bidang kelapa yang salah satu pasokan dari masyarakat kota Bitung,sehingga sudah sepatutnya membantu masyarakat terutama para petani dalam meremajaan kelapanya.

Karena sebagian pohon kelapa yang ada di kota Bitung adalah kelapa yang sudah berumur tahunan sekitar 30 tahun keatas.

Maka dari itu,kata Agusman pihaknya kini sementara dalam koordinasi dengan Dinas Pertanian kota Bitung terkait survey dan data petani agar bantuan di maksud akan lebih tepat sasaran.

Hal ini perlu di lakukan karena pohon kelapa,dari akar hinga daunnya semua bias di manfaatkan apalagi akhir-akhir ini banyak petani kelapa yang melakukan penebangan dengan alas an batang pohon tersebut sangat jauh lebih bernilai.

Untuk menjaga produk unggulan provisi Sulawesi Utara tersebut, alangkah baiknya peremajaan kelapa di mulai sekarang.

Demikian hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian kota Bitung, terang Agusman bahwa pihaknya siap menyalurkan bantuan bibit kapan pun berdasarkan permintaan para petani sesuai data pemerintah kota Bitung. (mo/bp)

Senin, 05 September 2011

Bitung Post - Sultan Himbau Warga Bitung Jangan Terpancing

Bitung. BP. Beredarnya status berbau sarah disalah satu akun Facebook yang kini menjadi perguncingan warga di ketahui milik JP alias Jhyjeen Phaphat mendapat respon negative dari warga Bitung ( Sulawesi Utara ). Kata-kata yang menyiratkan keberadaan umat Muslim yang disia-siakan di kwatirkan akan mengganggu keharmonisan dengan pemeluk agama lain, 06/09/2011.

Dari penelusuran bp di akun Facebook JP dikatahui pelaku merupakan warga Bitung dan telah menikah dengan PH alias Phaphat Hamzah warga Gorontalo dan menetap di Bitung. Dalam setatus terbarunya pelaku menuliskan kata-kata permohonan maaf berikut petikannya :

“Mohon maaf sebesar besarnya karna akun yang saya gunakan ini telah memuat kata kata yang menghasut atau memprovokasi, sehingga menyebabkan masyarakat merasa resah, saya fajrin harun pemilik akun ini, memohon maaf sebesar besarnya, mksh. Merdeka ! “

Sementara itu salah satu tokoh muslim, HM. Yusuf Sultan SH. MH menyayangkan tindakan pelaku (JP) dalam status akunnya karena dapat merusak perdamaian, ketenteraman dan keamanan kota yang kondusif diantara aneka ragam agama dan kepercayaan yang ada.

Disamping itu, Sultan juga menghimbau kepada umat Muslim yang ada di Bitung untuk tidak pernah berpikir dan mendukung pemikiran yang akan merusak ketentraman yang selama ini telah terbina.

“ Bitung Torang Pe Rumah, mari jaga bersama. Isu ini jangan dipolitisir dan dibesar-besarkan“ tutur Sultan sewaktu di hubungi bitungpost.

Sultan sendiri mengaku akhir-akhir ini belum sempat membuka Facebook sehingga tidak tahu perkembangan akan status pelaku yang telah menggemparkan Bitung dan menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada pihak yang berwajib.

Sementara itu Kepolisian Resort Kota Bitung melalui AKBP. Satake Bayu. Sik Kapolresta menegaskan pelaku sementara dilidik dan akan segera diproses hukum apabila sudah tertangkap karena hal ini sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan perpecahan diantara warga kota. (r/q)


Bitung Post - Warga Madidir Unet Mengeluhkan Debu Timbunan yang Di duga Milik PT. AMR

Bitung, BP: Penimbunan tanah yang di duga milik PT. Agro Makmur Raya (AMR) terletak dekat pemukiman warga kelurahan Madidir Unet lingkungan II kecamatan Madidir di keluhkan masyarakat karena menimbulkan polusi udara.

Pantauan bitungpost proses penimbunan yang telah berlangsung selama 5 bulan tersebut sangat mengganggu aktivitas disebabkan debu halus masuk kepemukiman warga dan sekitarnya.

Salah satu warga setempat Agus Salindeho yang di wawancarai senin 5 september mengakui bahwa kala musim panas di tambah angin selatan membuat debu dari timbunan tersebut masuk hingga pemukiman warga.

Camat Madidir Romless Masihor SmH saat di konfirmasi, menerangkan bahwa pihaknya telah menghubungi pemilik lahan tersebut dan tindak lanjut lokasi rawa ini di buatkan drainase oleh pemiliknya.

Lahan yang di perkirakan seluas 2 hektar tersebut, jelas Romless bakal di jadikan perusahaan industri, dimana kawasan tersebut masuk pada master plan kota sebagai kawasan industri.

Demikian Romless berharap masyarakat bisa memaklumi bahwa kawasan tersebut akan menjadi kawasan industri dan masyarakat setempat pasti akan menikmatinya. (mo/bp)

Sabtu, 03 September 2011

Bitung Post - Streaming Bitung Radio Station

Bookmark and Share

Bitung Radio Station (BRS) ditujukan untuk semua kalangan, lagu yang dapat di dengarkan adalah: Sweet Memories Indonesia dan Barat, Slowrock, Pop Manado, Music Bambu, Makaruyen, Lagu Rohani, News online streaming. Mohon dukungannya.....

Rabu, 31 Agustus 2011

Walikota Bitung Hadiri Sholat Idulfitri

Bitung, BP: Dalam rangka memperingati hari raya Idul Fitri yang jatuh pada hari rabu 31 Agustus 2011 sebagai jatuhnya 1 Syawal 1432 Hijriyah oleh seluruh umat islam di dunia.

Khusus kota Bitung, ada 8 titik pelaksanaan ibadah sholat Idul Fitri yang di mulai serentak tepat pukul 06.30 wita.

Sementara itu di lapangan kantor walikota Bitung, ceramah suci di hantar oleh Khotib Rivai Bolotio SAG, MPd, di hadiri langsung oleh walikota Hanny Sondakh, Wakil Walikota Max Lomban, Kapolres AKBP Satake Bayu, Dandodik Tiur Siahaan, seluruh kepala SKPD dan segenap umat muslim seputaran kantor walikota.

Dalam ceramahnya Bolotio mengajak semua kaum muslim yang telah menjalani puasanya hendaknya di jadikan introspeksi diri merubah sikap prilaku, bertekun dalam pekerjaan,teguh dalam iman menghadapi zaman yang penuh dengan cobaan.

Dari hasil pantauan kota dari pukul 06.00 hingga 12.00 wita, jalan raya Sagerat hingga Aertembaga terlihat sepi baik angkutan kota maupun kendaraan pribadi.

Namun pada pukul 12.00-20.00 wita, suasana mulai ramai, hampir setiap jalan dan lorong di penuhi para warga yang bersilahturahmi.
Kapolres Bitung Satake Bayu ketika di wawancarai mengatakan bahwa hingga sejauh ini situasi kota Bitung dalam keadaan aman terkendali.

Lanjut Bayu, memberikan aspresiasi dan bangga kepada seluruh masyarakat yang sama-sama menjaga stabilitas kamtibmas dan menghormati sesama yang merayakan hari lebaran tahun ini.

Kegiatan atau agenda pemerintah kota Bitung terkait hajatan lebaran,walikota Hanny Sondakh serta sejumlah SKPD berkunjung ke Sekretaris Provinsi Ir. S. Mokodongan, kemudian para rombongan melanjutkan kunjungannya ke sejumlah masyarakat Muslim yang ada di Girian, Wangurer, Kakenturan dan Pateten. (mo/bp)

Senin, 29 Agustus 2011

Jumat, 26 Agustus 2011

Usai Pesta Miras, ABK "Baku Sayang" Tewas Menggenaskan

Bitung, BP: Kembali lagi kasus penikaman terjadi di kota Bitung, kali ini korban Jufri Lumende usia 20 tahun tewas dengan luka tusukan senjata tajam.

Pasalnya aksi pembunuhan tersebut sangat menghebohkan warga komplex Pelelangan ikan Aertembaga, ketika menemukan korban sudah tak bernyawa di depan pompa minyak perikani jumat 26 Agustus 2011.

Salah seorang warga yang sempat melihat pesta miras yang di lakukan korban mengatakan bahwa kamis malam sekitar pukul 20.30 wita korban di temani dua orang wanita dan beberapa teman lainnya sedang melakukan pesta miras.

Namun yang membuat warga kaget,pada jumat pukul 03.30 dini hari korban yang adalah Anak Buah Kapal(ABK) KM.Baku Sayang sudah tak bernyawa lagi.

Ketika menjalani pemeriksaan di RSUD Bitung, korban tewas terkena luka tusukan senjata tajam di bagian punggung.
Kapolresta Bitung AKBP Satake Bayu yang langsung meninjau tempat kejadian perkara(TKP) belum bisa memastikan motif pembunuhan tersebut.

Lanjut Bayu bahwa pihaknya untuk sementara telah memeriksa dua wanita yang menemani korban waktu pesta miras serta satu laki-laki yang terakhir di ketahui bersama korban. (mo/bp)

Kamis, 25 Agustus 2011

Oknum Pejabat Pemkot Bitung "Video Mesum" Menggelak Saat Diperiksa

Bitung, BP: Setelah menerima laporan dari isteri Alex kepada pihak badan kepegawaian daerah kota Bitung pekan lalu, maka pemeriksaan terhadap oknum Eka salah satu pejabat Pemkot Bitung langsung di lakukan pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan tersebut, Eka sempat mengelak bahwa adegan mesum yang di lakukan bersama Alex bukan dirinya, sehingga saat menunjukan hasil rekaman video handphone yang di laporkan isteri Alex tersebut akhirnya di simpulkan bahwa tersangka perbuatan itu 99% di lakukan Eka.

Dasar bukti tersebut,kini pihak Polres Bitung sementara mengintrogasi kebenaran kasus porno tersebut.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Badan Kepegawaian daerah kota Bitung Ferdy Tangkudung SIP kepada wartawan kamis 25 agustus 2011 di ruang kerjanya.

Atas hasil pemeriksaan tersebut kata Tangkudung,oknum Eka langsung mengajukan permohonan mengundurkan diri dari jabatan.
Namun sesuai aturan kepegawaian No.53 tahun 2010 tentang disiplin PNS,pihak Kepegawaian Bitung segera menganalisis permohonan tersebut dengan hasil bahwa oknum Eka di mutasikan sebagai staf fungsional pada Sekretariat daerah dari sebelumnya bertugas di Badan Penanggulangan bencana Daerah.

Saat di tanyakan indikasi pemecatan,Tangkudung menjelaskan bahwa putusan pemecatan bakal terancam jika tersangka Eka di vonis selama 4 tahun oleh pengadilan.

Demikian Tangkudung berharap semua bisa berjalan berdasarkan kajian hukum dari kepolisian. (mo/bp)

Rabu, 24 Agustus 2011

Dua Oknum Aparat Negara Hebohkan Bitung "Video Mesum"

Bitung, BP: Kasus perselingkuhan salah satu pejabat Pemkot Bitung FP alias Eka bersama anggota Bimas Polres Bitung, AS alias Alex yang mengakibatkan suami Eka harus menjalani proses pengadilan karena memergoki prilaku bejat keduanya yang berujung pada penikaman tahun 2010 silam.

Kembali lagi kasus berbeda terkuak setelah isteri Alex pekan lalu menemukan kartu memori Handphone milik suaminya yang di dalamnya terdapat adegan mesum dari Alex dan Eka berdurasi selama 26 menit.

Menurut informasi, awalnya isteri Alex telah melaporkan perbuatan mesum tersebut ke Badan Kepegawaian kota Bitung kemudian selanjutnya di teruskan ke Kepolisian Resort kota Bitung.

Kapolresta Bitung AKBP Satake Bayu, saat di konfirmasi rabu 24 agustus 2011 membenarkan adanya laporan tersebut dan pihaknya sementara dalam proses penyelidikan.

Menurut Bayu, pihaknya masih sementara mendalami kasus tersebut, sehingga Satake meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan. (mo/bp)

Warga Lembeh Utara Masih Enggan Gunakan Konversi Gas

Bitung, BP: Program bantuan konversi gas ke minyak tanah yang di terima oleh masyarakat kecamatan Lembeh Utara ternyata hingga kini baru 10% dari 2432 kepala keluarga jumlah penerima bantuan tersebut yang menggunakannya.

Hal tersebut di sampaikan langsung olah Camat Lembeh Utara Franky Lady SSTP kepada sejumlah wartawan rabu 24 Agustus 2011 di elurahan Mawali.

Kecamatan Lembeh Utara yang berpenduduk sebanyak 9123 jiwa atau 2502 kepala keluarga sebagian besarnya masih menggunakan bahan bakar dari kayu bakar dan kompor minyak tanah.

Menurut Lady alasan masyarakat yang masih enggan menggunakan bantuan tabung gas 3 kilogram tersebut,karena belum ada pangkalan isi ulang gas.

Sementara jika ada pangkalan,itupun arus mengeluarkan biaya yang tidak seimbang dengan harga pengisan seperti yang sosialisasikan pihak Pertamina dengan harga Rp.13.000 per tabung gas.

Salah satu kendala yang harus di hadapi warga Lembeh Utara yakni jauhnya lokasi pangkalan sedangkan 10 kelurahan tersebut cukup berjauhan tidak sama dengan yang berada di daratan kota Bitung.

Walaupun perangkat kecamatan dan kelurahan selalu mensosialisasikan bahwa jika di tangani sesuai ketentuan maka penggunaan bantuan tabung gas tersebut tidak berbahaya, namun jelas Lady bahwa masyarakat masih merasa penggunaan kayu bakar lebih efektif karena tidak mengeluarkan dana yang besar. (mo/bp)

Selasa, 23 Agustus 2011

Camat Matuari Kecam Warga Perjual Belikan Bantuan Konversi Gas

Bitung, BP: Bantuan konversi gas yang di salurkan pemerintah kepada masyarakat nampaknya mulai di manfaatkan sebagai konsumsi bisnis oleh sejumlah warga.

Pasalnya bantuan yang di terima oleh masyarakat tersebut mulai di perjual-belikan dengan harga Rp.75.000 sampai Rp.200.000 per tabung gas jenis 3 kilogram.

Sejumlah warga Manembo-nembo Atas yang di wawancarai sejumlah wartawan beberapa hari ini mengakui bahwa bantuan tersebut sengaja di jual karena mereka belum berani mempergunakan kompor gas tersebut dengan alasan takut meledak.

Salah satu ketua RT Stanly Pangandaheng kelurahan Manembo-nembo membenarkan adanya warga yang memperjualbelikan kompor gas karena mereka masih enggan untuk beralih dari kompor minyak tanah ke kompor gas.

Camat Matuari Jhon Sondakh MAP yang telah mengetahui laporan tersebut mengecam keras sikap warga yang memperjualbelikan bantuan tersebut.

Menurut Sondakh hal itu tidak di perbolehkan, jikalau warga tak mau mempergunakan kompor gas bantuan pemerintah,hendaknya di berikan kepada warga lain yang lebih membutuhkan dengan ketentuan adanya bukti penyerahan tertulis agar mudah dalam pengawasan.

Selain mengecam perbuatan warganya,Camat Sondakh menegaskan akan memberikan sanksi keras jika kedapatan ada unsur Pala atau ketua RT dalam memperjualbelikan kompor gas tersebut. (mo/bp)

Senin, 22 Agustus 2011

Berdalih Efisiensi MNS Seenaknya PHK 13 Buruh

Bitung. BP. Lagi dan lagi permasalahan ketenagakerjaan terus menjadi-jadi. Sejumlah buruh pabrik PT. Multi Nabati Sulawesi (MNS) terancam dirumahkan dengan dalih efisiensi. Hal ini terungkap dalam sidang dengar pendapat (hearing) di DPRD Kota Bitung Senin, 22/08/2011.

Menurut pihak perusahaan, permasalahan efisiensi menjadi dasar perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap tiga belas buruh cleaning service di bawah salah satu perusahaan outsourching.

“ semua yang menjadi hak-hak buruh yang di PHK, saya yakin pihak outsourching akan melaksanakannya “ tutur Nimrod Butar-butar, HRD PT. Multi Nabati Sulawesi diruang hearing Komisi A DPRD Kota Bitung.

Selain itu, Nimrod juga menambahkan bahwa semua hak buruh yang harus dibayarkan akan di hitung dari masa kerja sesuai kontrak karena setiap buruh memiliki absent tersendiri setiap harinya.

Pihak buruh yang diwakilkan pengurus Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bitung sewaktu mengikuti jalannya sidang dengar pendapat langsung melayangkan intrupsi terhadap penjelasan pihak perusahaan.

Menurud SBSI, PHK tidak terjadi di perusahaan outsourching namun perintah untuk merumahkan ketiga belas buruh sendiri datang langsung dari manajemen perusahaan dengan dalih efisiensi.

“ Perusahaan harus bertanggung jawab atas permasalahan perburuan tersebut karena yang melakukan PHK datang dari manajemen PT. MNS “ jelas Rusdyanto Makahinda, Ketua DPC Kamiparho yang didampingi Robby Supit Ketua DPC F-KUI serta Rocky Oroh Ketua DPC F-Bupela SBSI Bitung.

Sikap tegas juga ditunjukkan Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bitung yang disampaikan Bidang Pengawasan. Menurud instansi ketenagakerjaan ini tanggung jawab masalah hak buruh bukan terletak di pihak outsourching namun merupakan tanggung jawab PT. MNS yang merupakan anak cabang dari PT. Wilmar Internasional Limited Group.

“ siapa yang memutuskan masa kerja buruh/pekerja terakhir atau phk maka mereka harus bertanggung jawab, mereka berdalih efisiensi MNS seenaknya lengserkan 13 buruh
“ tegas Harry Tania Disnakertrans Bitung.

Harry Tania juga menambahkan bahwa perusahaan harus menghentikan upaya-upaya efisiensi dan harus segera mempekerjakan buruh disebabkan aktifitas perusahaan selama ini berjalan lancar dan sehat.

Sementara itu, sidang yang dipimpin Ketua Komisi A Laode Sumaila setelah mendengar hasil dengar pendapat antara kedua belah pihak ( perusahaan dan SBSI keterwakilan buruh ) langsung mengambil sikap dan akan melakukan peneguran keras kepada manajer PT. Multi Nabati Sulawesi agar segera menghentikan efisiensi dan harus mempekerjakan kembali buruh yang telah di rumahkan.(rq)

Komisi A DPRD Bitung Kesal Sejumlah Perusahaan Tidak Mengindahkan Panggilan Hearing

Bitung, BP, Rapat dengar pendapat komisi A DPRD Bitung, terkait agenda ketenagakerjaan dari sejumlah perusahaan nampaknya undangan ini tidak di indahkan.

Buktinya, senin 22 Agustus 2011 di ruang komisi A hanya di hadiri oleh humas PT. Multi Nabati Sulawesi Nimrot Butar-butar seputar permasalahan pemutusan hubungan kerja yang di laporkan serikat buruh seluruh Indonesia (SBSI) Bitung beberapa waktu lalu.

Ketua komisi Laode Sumaila yang di dampingi Wellem Wuwungan dan Sumisan Sundana merasa pertemuan tersebut tidak lengkap jika tidak menghadirkan pihak out sourching dari PT.MNS yang mengurus tentang kontrak tenaga kerjanya.

Dari Dinas tenaga kerja Harry Tania SH yang hadir mengungkapkan bahwa soal kontrak tenaga kerja PT.MNS selama ini tidak melibatkan Disnaker Bitung sehingga dapat di simpulkan bahwa hal ini melanggar aturan ketenaga kerjaan.

Di sisi lain,sejumlah anggota komisi A kecewa dan kesal atas ketidak hadiran PT.Conblok, PT.Samudera Sentosa dan PT. Bakri Cononed Lembeh pada pertemuan dengar pendapat menindak lanjuti laporan ketenaga kerjaan dari Federasi konstruksi umum informal (FKUI-SBSI) Bitung.(mo/bp)

Sabtu, 20 Agustus 2011

Kebakaran terjadi di kelurahan Pateten Dua Lingkungan 2

Bitung, BP. Lagi-lagi Kebakaran terjadi di kelurahan Pateten Dua Lingkungan 2 pada Sabtu (20/08/11) pukul 02.00 dini hari, yang menghanguskan empat rumah penduduk, yakni rumah keluarga Agus Pasa, keluarga Surianto, Keluarga Dadan Widianto, Keluarga Nur Made.

Dadan salah satu penghuni, yang rumahnya terbakar, mengatakan kalau api itu berasal dari atap rumah bagian belakang. ”Api mulanya berasal dari atap rumah bagian belakang, beberapa saat kemudian terdengar suara ledakan keras. Kemungkinan ledakan berasal dari tabung elpiji,” tutur salah satu warga kepada wartawan, ketika si jago merah tengah melalap rumah.

“Api begitu cepat membesar dan menghanguskan rumah-rumah yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu. Beruntung dalam kejadian tersebut, tak ada korban jiwa,” kata sejumlah warga. Lanjut mereka, meskipun tiga unit pemadam kebakaran telah di kerahkan untuk memadamkan api tersebut namun tidak bisa menghentikan lajunya api.

Kepala dinas Badan penangulangan bencana Kota bitung drs Yopie Sarante ketika dikonfirmasi belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. ‘Sampai saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran.

Menurut Sarante “Total kerugian masih sementara di hitung oleh staf saya dilapangan,” katanya lagi. Diapun menjelaskan kalau dalam kebakaran itu, pihaknya menurunkan 2 kedaraan pemadan kebakaran. “Api cepat membesar karena dari ke 4 rumah itu, hamper semuanya terbuat dari kayu,” tutur Sarante. (bp)

Jumat, 19 Agustus 2011

Kamis, 18 Agustus 2011

Sebanyak 127 Narapida Lapas Tewaan Bitung Mendapat Remisi Umum

Bitung, BP: Sedikitnya 127 orang narapidana termasuk 5 orang di dalamnya mendapat remisi langsung bebas. Hal tersebut di sampaikan kepala lembaga pemasyarakatan klas IIB Bitung Sultan Yusuf ketika di temui wartawan senin 15 Agustus 2011.

Adapun rincian remisi umum sebanyak 122 orang,6 bulan 20 hari=2 orang,5 bulan 10 hari=3 orang, 5 bulan =10 orang, 4 bulan=14 orang, 3 bulan =15 orang,2 bulan=55 orang dan 1 bulan= 23 orang.

Sedangkan narapidana yang mendapat remisi umum langsung bebas terdiri dari 5 orang,4 bulan=2 orang,2 bulan=2 orang dan 1 bulan =1 orang.

Lebih lanjut Sultan menjelaskan bahwa Lapas Tewaan kini di huni oleh narapidana dan tahanan sebanyak 285 orang.

Untuk narapidana terurai,anak pria 5 orang,dewasa pria 129 orang,dewasa wanita 7 orang,sedangkan jumlah tahanan anak pria 10 orang,anak wanita 2 orang, pria dewasa 124 orang dan wanita dewasa sebanyak 8 orang. (mo/bp)

DPRD Bitung Meminta Pihak Eksekutif Rajin Mencari Warga Yang Belum Merdeka

Bitung, BP: Pada pidato kenegaraan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono senin 15 Agustus jika di tindak lanjuti ke daerah hal ini di nilai sangat baik.

Keterkaitan terhadap prioritas kedepan di tahun 2012, pendidikan dan kesehatan merupakan hal yang paling dominan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia.

Terkait dengan hal tersebut, ketua badan kehormatan DPRD Bitung Nurdin Duke, ketua badan legislasi Viktor Tatanude bersama Robby Lahamendu, Harto Kahiking dan ketua Badan Anggaran Ronny Boham dan Meno Tairas kamis 18 Agustus 2011 kepada wartawan mengatakan bahwa dewan kota Bitung pasti akan mensinkronkan APBD tahun 2012 nanti sesuai pidato presiden tersebut.

Nurdin Duke bersama Viktor Tatanude serta Meno Tairas meminta pemerintah kota Bitung atau pihak eksekutif lebih rajin mencari warga yang belum merdeka.

Karena menurut hasil peninjauan di lapangan oleh para anggota dewan di setiap daerah pemilihan mendapatkan berbagai permasalahan sosial seperti di setiap kelurahan terdapat 6 orang anak yang putus sekolah, tiap kelurahan terdapat penderita bibir sumbing yang belum mendapat perhatian pemerintah serta masalah tenaga kerja.

Untuk masalah Tenaga Kerja dari 400an perusahaan industri dan usaha lainnya yang ada di kota Bitung lebih banyak mempekerjakan orang luar Bitung.

Pada hal masih banyak pengangguran yang belum di perhatikan sehingga menimbulkan kecemburuan sosial.

Demikian pula di daerah pelosok pulau Lembeh,para guru dan pegawainya, kata Tatanude hendak lebih di perhatikan, karena mereka lebih banyak memegang tanggung jawab yang beresiko di bandingkan para pegawai atau guru yang bekerja di daratan kota Bitung.

Saat di singgung belanja pegawai yang tidak seimbang lagi dengan pembelanjaan publik, kader Demokrat legislatif Ronny Boham bahwa pihaknya akan melakukan kajian.

Ada langkah konkrit yang harus di pegang kader Demokrat yang ada di legislative yaitu pengawasan dana yang di terima lewat APBN dan APBD agar tidak salah sasaran. (mo/bp)

Januari 2012 Tol Manado - Bitung Siap di Kerjakan

Bitung, BP: Ternyata jalan tol Manado-Bitung yang sangat di harapkan masyarakat Sulawesi Utara terutama kota Bitung, kabupaten Minahasa Utara dan kota Manado semakin menunjukan kejelasan.

Pasalnya pekan ini, Kementerian PU telah menyetujui bahwa pembangunan jalan tol lewat dana APBN tersebut sudah di kabulkan.
Kepada wartawan senin 15 Agustus di kelurahan Kakenturan II Kecamatan Maesa, Gubernur SH Sarundayang mengatakan bahwa awal tahun 2012 pembangunan jalan tol di pastikan sudah di kerjakan.

Senada hal yang sama di katakan Kadis PU Provinsi JE Kenap dengan menjelaskan total anggaran pembangunan tol tersebut mencapai Rp.3 triliunan,konstruksi 1,8 triliun,konstruksi 40 % oleh kementerian PU atau 723 milliar sedangkan sisa lain oleh investor.

Kenap berharap pada september 2011 para konsultan telah selesai melaksanakan pengukuran agar Pemerintah provinsi, kota Manado,kabupaten Minahasa Utara dan kota Bitung segera mengadakan pembebasan lahan tersebut.

Sementara untuk pembangunan yang ada di kota Bitung,Dinas PU Provinsi prioritaskan jalan SH Sarundayang dan jalan empat enam pada tahun 2011 ini, demikian pula dengan jalan nasional. (mo/bp)

Selasa, 09 Agustus 2011

Capil Bitung Diduga Jadi Target Penyamun

Bitung-BP. Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan ( Discapil ) Kota Bitung di duga jadi sarang penyamun. Pemerasan yang dilakukan berulang-ulang kali ini dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab dan sudah membuat sebagian staf Discapil resah, 11/08/2011.

Informasi adanya tindakan pemerasaan yang dilakukan sebagian orang yang mengatasnamakan diri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan lembaga kewartawanan ini telah berlangsung lama. Hal ini dituturkan salah satu staf Discapil Bitung yang meminta tim BP untuk tidak mempublikasikan data diri pelapor.

“ Tolong jangan sebut nama saya, takut jadi target mereka “ tutur staf capil.

Menurudnya (red. Staff) hal ini telah membuat seluruh staf dan pejabat-pejabat yang berada di lingkungan Discapil merasa resa dan ketakutan serta telah mengganggu aktifitas pelayanan masyarakat.

“ Kami sangat terganggu, hampir setiap minggu mereka datang kesini dan nanti pulang jika sudah ada amplob “ jelas staff capil

Kegiatan yang diduga dilakukan untuk mencari keuntungan dengan membawa nama lembaga LSM serta kewartawanan langsung di tanggapi serius Aliasi Jurnalis Televisi (AJTV) Kota Bitung, Alamsyah Djohan yang sekaligus jurnalis disalah satu televisi nasional ini.

“ Polisi harus tindak tegas para pelaku karena telah mencoreng nama ormas dan wartawan “ tegas Alamsyah.

Selanjutnya Alamsyah juga menerangkan, tindakan dengan memeras merupakan tindakan tidak terpuji dan meminta Discapil Kota Bitung janganlah takut menghadapi wartawan apabila dilengkapi identitas resmi dari perusahaan media masing-masing.
Hal senada juga dikeluarkan Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat - Komisi Pemantau Asset dan Kekayaan Negara (LSM-KOMPASKN) wilayah Kota Bitung, Rusdyanto Makahinda. Menurudnya tindakan dengan memeras merupakan tindakan yang tidak bermoral serta meminta aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan atas informasi ini.

” ini tindakan tidak bermoral dengan membawa lembaga LSM dan Wartawan, Pihak kepolisian harus segera melakukan penyelidikan sebelum bertambah korban-korban yang lain “ ketus Rusdy yang juga aktivis perburuan Bitung.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Kota Bitung, AKBP. Satake Bayu. Sik sewaktu dihubungi BP terkait adanya “penyamun” di lingkungan kerja Discapil Bitung, langsung memberikan respon atas tindakan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“ kami akan langsung melakukan penyelidikan adanya informasi ini “ tegas Satake.

Selain itu, Satake juga mengharapkan agar Discapil segera memberikan laporan resmi apabila ada tindakan pemerasaan dan akan langsung diproses sesuai undang-undang yang berlaku untuk menciptakan rasa aman serta bebas dari rasa resah akibat ulah pihak-pihak yang mencari keuntungan sendiri dengan cara memeras. (r/q)

DPRD Bitung di Coaching Basic Project Canada Terkait Penyusunan APBD

BitungPost: Bertempat di ruang sidang paripurna DPRD Bitung,sebanyak 20 legislator dari 25 anggota dewan kota yang hadir saat pelatihan penyusunan APBD terkesimak saat tim Basic Project Canada John Dave memaparkan beberapa dasar pelaksanaan pembahasan APBD.

Ada dua hal yang di jadikan patokan pada agenda pelatihan kali ini yaitu APBD 2010 dan APBD tahun 2011.

Dimana pada simulasi tersebut tiga hal sebagai titik berat pembebanan APBD yakni sisi pendidikan, kesehatan dan belanja public yang di tetapkan legislative dan pihak executive dalam hal ini pemerintah kota Bitung.

Ketua komisi B, Ronny Boham S.Sos yang di wawancarai di ruang kerjanya menjelaskan bahwa ketiga pilar yang di jadikan skala prioritas ini sudah benar-benar di rasakan masyarakat.

Lanjut Boham,melalui pelatihan ini Dekot mendapat informasi yang sangat luar biasa pada proses pembahasan APBD selanjutnya.

Jadi catatan tersendiri,basic project mengingatkan sesuai mekanisme yang tertuang pada aturan Permendagri No.22 tahun 2011 tentang penyusunan APBD 2012 harus di sesuaikan dengan program pemerintah pusat yaitu bidang pendidikan dan kesehatan.

Kabag Humas DPRD Bitung Deasy Lumataw menambahkan pelaksanaan pelatihan ini berlangsung selama 2 hari sejak selasa 9-10 Agustus 2011.(MO/BP)

Senin, 08 Agustus 2011

Poskesdes Madidir Ure Mubasir

BitungPost: Pengadaan bangunan pos kesehatan desa (poskesdes) di kelurahan madidir ure lingkungan V, Kecamatan madidir, tak difungsikan, padahal pembangunan yang menyerap anggaran daerah tersebut, sudah selesai sejak satu tahun lalu.

Seperti yang dikatakan, Marinus Gareda, salah satu warga setempat, poskesdes tersebut sejak di bangun tidak pernah di gunakan, padahal, warga sangat berharap poskesdes tersebut berfungsi, “kami pertanyakan pembangunan poskesdes ini, karena sudah setahun lebih, tidak digunakan, kalau tidak akan digunakan lebih baik di bongkar saja,”ujar Gareda, Senin (8/08) saat para wartawan mendatangi poskesdes tersebut.

Kadis kesehatan, Dr Vonny Dumingan, saat dihubungi hanya menanggapi datar, “nanti saya akan panggil kepala puskesmas,”ujar Dumingan, lewat Short Massage Service (SMS) atau pesan pendek.

Perlu diketahui, kondisi poskesdes tersebut sudah terlihat memprihatinkan, karena beberapa pintu sudah rusak, sedangkan pintu WC tidak lagi berfungsi semestinya. (KUN/BP)

Bulan Ramadhan, embarkasi dan debarkasi lancar

BitungPost: Dalam bulan Ramadhan, kondisi pelabuhan Bitung dalam keadaan stabil, tanpa ada peningkatan aktiftas yang signifikan, apalagi kegiatan embarkasi dan debarkasi atau bongkar muat tetap seperti hari biasa.

Hal tersebut dikatakan Kacab Pelindo IV Bitung, Drs H M Marasbessy melalui kabag HRD Kusnadi Yunus SE, saat diwawancarai, Senin (7/08) diruang kerjanya. Ditanyakan kembali tentang kesiapan mengatasi jika terjadi lonjakan penumpang, Yunus mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait yang menjalankan tugasnya di dalam pelabuhan.

“Kami juga akan membuat posko tim bantuan untuk mengatasi lonjakan penumpang kapal laut, dengan melibatkan para siswa dari tiap sekolah dan petugas kepolisian serta instansi terkait didalamnya,”ujar Yunus. Lanjutnya juga, tim yang di bentuk akan berfungsi H-15 sampai H+15, dimaksudkan untuk membantu para penunpang kapal laut jika terjadi lonjakan. (KUN/BP)

Sabtu, 06 Agustus 2011

Marzuki Alie Politikus yang Tak Konsisten

JAKARTA - Klaim Marzuki Alie di kediamannya tadi malam yang menyebutkan Presiden SBY setuju 100 persen dan tidak menyalahkannya atas pernyataan dirinya tentang pembubaran KPK dan pengampunan bagi koruptor saat buka bersama kembali menimbulkan kontroversi baru.

"Kata Bapak, kalimat saya tidak ada yang salah. Cuma kalimat itu kan dipotong saja," klaimnya tadi malam.

Menurut anggota Koalisi Masyarakat Sipil yang juga dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Bambang Widodo Umar, pernyataan terbaru Marzuki Alie adalah bukti bahwa dia politikus yang inkonsisten dengan pernyataan dan sikapnya.

"Kalau kemudian dia mau menutup wacana itu dan tak berkomentar lagi, maka dia benar dan konsisten. Kalau seperti sekarang seperti ini, ya jelas dia tak konsisten," ujar Bambang saat dihubungi wartawan, Sabtu (6/8/2011).

Menurut dia, klaim Marzuki dapat dipahami sedang mencari pembenaran atau apologi atas pernyataan kontroversialnya. "Ini namanya apologi karena dia berusaha mencari pembenaran normatifnya. Janganlah bersifat seperti itu, jadilah seorang negarawan yang benar," tegasnya.

Dengan pernyataan terbaru Marzuki, Bambang menilai seharusnya ada klarifikasi yang jelas tentang kebenaran pernyataan Marzuki yang secara jelas bertentangan dengan sikap yang selama ini didengungkan presiden, bahwa dirinya adalah panglima terdepan untuk memberantas korupsi.

"Kalau seandainya apa yang dikatakan Marzuki benar, presiden sudah kontradiksi dengan tekadnya sendiri," paparnya.

Bagaimanapun kata Bambang, pernyataan Marzuki meski memakai kata 'kalau' masyarakat menilai Marzuki memiliki niat untuk membubarkan KPK.(oz)

Jumat, 05 Agustus 2011

Kamis, 04 Agustus 2011

Rabu, 03 Agustus 2011

Pemkot Bitung Menanam, PLN Menebang

BitungPost: Program sentuh bumi yang terus di galakkan pemerintah kota Bitung sangat bertolak belakang dengan apa yang di lakukan PLN ranting kota Bitung.

Disebabkan pohon-pohon perindang yang di tanam serta di pelihara masyarakat dan pemerintah kota Bitung di pangkas habis-habisan meninggalkan batang pohonnya saja oleh pihak PLN.

Upaya pelestarian lingkungan dengan melakukan penghijauan secara terus menerus,rusak sesaat atas perbuatan PLN yang di nilai tak bermoral lingkungan.

Terlihat di ruas jalan RSUD Manambo-nembo,ruas jalan Manembo-nembo dan Sagerat sangat memprihatinkan kota Bitung sebagai kota Adipura.

Di samping tidak adanya koordinasi pihak PLN dan instansi terkait,akhirnya pemangkasan yang tak wajar di lakukan harus mengarah ke proses hukum.

Kepala bidang hukum badan lingkungan hidup kota Bitung Sutrisno SH,kepada wartawan rabu 3 Agustus mengakui bahwa pihaknya segera akan melaporkan ke pihak kepolisian terhadap kelakuan pihak PLN yang di nilai telah melanggar Undang-undang lingkungan hidup.(mo/bp)

APBD Perubahan Tahun 2011, DPRD Bitung Prioritaskan Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan

BitungPost: Berbagai usulan dari setiap satuan kerja perangkat daerah(SKPD) pemerintah kota Bitung pada dana penyesuaian APBD Perubahan tahun 2011, setelah hasil reses para legislator ke lapangan menghasilkan skala prioritas yakni Pendidikan dan Sosial.

Hal tersebut di ungkapkan wakil ketua DPRD Bitung Ir.Maurits Mantiri kepada sejumlah wartawan rabu 3 Agustus di ruang kerjanya.
Selain memperhatikan paket pembangunan, Mantiri menjelaskan bahwa pendidikan harus lebih terarah pada proses belajar mengajar secara konten,hal-hal tolak ukur kualitas pendidikan harus segera di benahi,masyarakat tidak mampu semakin di perhatikan bukan di bebani.

Demikan pula untuk rintisan sekolah bertaraf internasional(RSBI) ada paket di dalamnya sesuai peraturan menteri yang mengharuskan adanya dana shering dari daerah sebanyak 30 % untuk masyarakat sekitar sekolah yang memiliki anak berkemampuan intelektual tapi minim financial.

Di samping memprioritaskan pendidikan,Mantiri juga mengatakan bahwa kebutuhan social juga harus di jadikan skala prioritas.
Tanggapan dari kepala dinas Dikpora Bitung Drs.Herman Rompis mengatakan bangga jika program pendidikan pemerintah di akomodir DPRD Bitung.

Penanggung jawab pendidikan ini menjelaskan bahwa peningkatan mutu siswa dalam bentuk perlengkapan sarana prasarana fasilitas pendidikan maupun infrastrukturnya sangat berpengaruh positif.

Dari kepala dinas sosial Drs.Audy Pangemanan saat di konfirmasi mengatakan pergerakan social harus lebih di tingkatkan seperti program anak asuh yang belum di APBD kan,dana pendamping anak cacat,orang yang kecacatan amat berat dan lanjut usia(Lansia).

Lebih lanjut Pangemanan berharap adanya dana tanggap darurat bagi bantuan bencana musibah yang belum terakomodir lewat APBD,karena menurutnya jika daerah lain meminta bantuan ke pemerintah kota Bitung di berikan padahal di dalamnya masih banyak masyarakat kota Bitung yang belum tersentuh dana tersebut. (mo/bp)

Dian R Rudiansyah Dilaporkan Selamat

JAKARTA - Proses evakuasi terhadap 10 korban jatuhnya helikopter jenis Bell 412 yang berangkat dari Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, menuju Gosowong, Halmahera Utara, mulai menemui titik terang.

Tim Sar yang terdiri dari Basarnas Manado dibantu pasukan Marinir memastikan satu orang penumpang bernama Dian Rimba Rudiansyah selamat, sedangkan 9 korban lainnya tewas dengan kondisi mengenaskan.

Reporter Rocky Oroh yang ikut bersama Tim Sar meninjau lokasi jatuhnya helikopter di Gunung Dua Saudara, Bitung, menuturkan kondisi medan sangat curam dan melewati hutan. Oleh karena itu, mobil evakuator hanya bisa menjangkau hingga Desa Danau Hudu yang jaraknya sekira 6 kilometer dari lokasi.

“Saat ini sebagian anggota Tim Sar sudah turun. Korban selamat atas nama Dian tadi dibawa dengan tandu menuju mobil, selanjutnya ke rumah sakit di Bitung,” katanya, Kamis (4/8/2011).

Rocky mengatakan kondisi Dian cukup kritis.

Sementara itu, berdasarkan aduan keluarga korban ke kantor kami di Jakarta, pihak PT Nusa Halmahera Minerals yang menyewa Helikopter milik PT Nyaman Air guna mengangkut staf dan karyawan mereka menuju lokasi pertambangan emas di Gosowong, Halmahera Utara, belum memberi kepastian kapan keluarga korban akan diberangkatkan ke lokasi.

Akibatnya, sebagian dari mereka mengaku terbang sendiri ke Manado guna mengecek keadaan anggota keluarganya.

Berdasarkan informasi dihimpun okezone, sembilan korban yang tewas adalah Kapten Edy Purnomo (Indonesia/awak), Humaidi (Indonesia/engineer), Roe Nawawi (Indonesia), Zainuddin Ahmad (Indonesia), Wilson Joshua (Indonesia), Barry Tommilson (Australia), Adrian Bird (Australia), Reoloft Roodt (Australia), dan Dion Renie (Australia).

Helikopter yang berangkat dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, ini dilaporkan kehilangan kontak dengan menara pengawas Rabu (3/8) pukul 14.26 WITA. Helikopter berpenumpang 8 orang dan kru 2 orang tersebut lepas landas pukul 14.23 WITA.

Lokasi jatuhnya helikopter baru ditemukan Tim Sar pada Kamis dini hari sekira pukul 00.44 WITA di Gunung Dua Saudara.
(oz)

Selasa, 02 Agustus 2011

Terkait Adanya Indikasi Pidana, PT. Conblok Di Polisikan

Reklamasi Pantai Bitung di Keluhkan Nelayan

Komisi B DPRD Bitung Verifikasi MoU PDAM bersama PT. Alam Wiratama Kencana

Minggu, 31 Juli 2011

Pasien "Jerah", RSUD Bitung Over Kapasitas

Walikota Minta Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan

Transformers Dark Of The Moon yang Spektakuler

Tifatul Ibaratkan Parpol Mirip Sopir Angkot

Dibelikan Mobil Mewah, Chelsea Olivia Marahi Ortu

Jumat, 29 Juli 2011

Perusahaan Wajib Membayarkan THR

Perusahaan Wajib Membayarkan THR

Sosialisasi Undang Undang 25 tahun 2009

Marinir Hancurkan Sarang Teroris Dengan Teriakan

Kamis, 28 Juli 2011

"WAJIB" Kecam Mr. Kim Usir Wartawan di Kantor Disnakertrans Bitung

Rabu, 27 Juli 2011

Senin, 25 Juli 2011

SBSI Bitung : Masalah Buruh Banyak, KEK Bisa Batal

Minggu, 24 Juli 2011

Walikota Resmikan "Kong Miao" Gerbang Kebajikan Bitung

Amar Putusan : SBY Bersama Kroni Harus Laksanakan BPJS

Sabtu, 23 Juli 2011

Jumat, 22 Juli 2011

Dekot Bitung Warning LSM Yang Mengancam Sejumlah Pejabat

Kamis, 21 Juli 2011

Polda Periksa Ramoy Terkait DAK Diknas 2010 Minsel

Rabu, 20 Juli 2011

Bitung Post Torang Pe Berita, Portals Berita Sulut

Selasa, 19 Juli 2011

Senin, 18 Juli 2011

Bitung Post - Tupoksi BCW Bitung "Kurang Jelas"

Minggu, 17 Juli 2011

Sabtu, 16 Juli 2011

Jumat, 15 Juli 2011

Bitung Post - Oknum TNI AL Siksa Anggota Geng Motor

Bitung Post - Belum Ada Juknis DAK Pendidikan 2011

Bitung Post - 7 Oknum Wartawan Memeras PNS

Kamis, 14 Juli 2011

Rabu, 13 Juli 2011

Selasa, 12 Juli 2011

Bitung Post - SMP N 1 Bitung Warning Degradasi RSBI

Senin, 11 Juli 2011

Minggu, 10 Juli 2011

Sabtu, 09 Juli 2011

Kamis, 07 Juli 2011

Rabu, 06 Juli 2011

Selasa, 05 Juli 2011

Bitung Post - Tendeki Rok-Rok Jadi Bom Waktu

Senin, 04 Juli 2011

Minggu, 03 Juli 2011

Sabtu, 02 Juli 2011

Jumat, 01 Juli 2011

Bitung Post - Waduh...Ada Pungli di Samsat Bitung

Kamis, 30 Juni 2011

Andi Nurpati Bantah Semua Keterangan Staf MK & KPU

KPK Tangkap Tangan Hakim Perempuan di Bandung

Setelah Ditangkap, Hakim ID Dibawa ke Gedung KPK

Rabu, 29 Juni 2011

Kinerja Anggota DPRD Perempuan Amburadul

Senin, 27 Juni 2011

Minggu, 26 Juni 2011

Kaos Ini Bisa Isi Ulang Baterai Ponsel

BKD Minut Akan Terapkan Sistem Absensi Sidik Jari

Jumat, 17 Juni 2011

Gerakan Sapu Laut Bitung Siap di Operasikan

DPRD Bitung Gelar Hearing Untuk Masalah Rabies

Kamis, 16 Juni 2011

Wow, Christina Aguilera Semi Bugil untuk W

Rabu, 15 Juni 2011

Bitung Post

DPRD Bitung Bakal Bahas Perda Lokalisasi

Bitung Siap Terapkan E-KTP Agustus 2011

Master Plan Minapolitan Bitung di Anggap Masih Mentah

Senin, 13 Juni 2011

Demokrat Pastikan Nazaruddin Tak Kebal Hukum

Vettel Menyesal Kalah dari Button

Bitung Post

Minggu, 12 Juni 2011

Awas, Sebar BBM Hoax Terancam Denda Rp1 Miliar

Memancing Minat Netter Indonesia Belanja Online

Jakarta - Tak dipungkiri, jumlah pengguna internet Indonesia sudah cukup besar dengan kisaran angka 50 juta. Namun hal ini dianggap masih timpang dengan aktivitas transaksi via dunia maya, untuk memicunya pun gampang-gampang susah.

Menurut Arnold Sebastian Egg, Director Tokobagus.com, pihaknya sudah 6 tahun belakangan berjuang untuk memasyarakatkan e-commerce, khususnya situs jual beli besutannya, kepada para netter Tanah Air.

"Ketika merilis pertama kali situs ini kami memulainya di Bali, namun itu sulit sekali, sehingga memaksa kami untuk pindah ke Jakarta. Tentu itu butuh perjuangan, dan sekarang minat pengguna untuk belanja online terbilang sudah lumayan," tukasnya, ketika berbincang di sela International Communication Expo and Conference 2011.

Padahal, lanjutnya, internet tak hanya untuk ber-Facebook ria, perkembangan teknologi ini juga menawarkan beragam informasi dan bisa jadi media untuk berbisnis secara mudah, murah, dan nyaman.

"Sekarang coba lihat, ada barang apa yang sudah tidak terpakai dan ingin Anda jual. Gunakan saja internet untuk beriklan, gratis dan mudah," imbuh, pria yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Dari sisi regulasi, pemerintah pun dinilai sudah cukup tanggap untuk membuat payung hukumnya dengan keberadaan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektkronik (UU ITE). Namun tetap saja, perhatian yang diinginkan penggiat bisnis online lebih dalam lagi, khususnya yang mengatur masalah privasi.

Sementara bagi pengguna internet Indonesia diharapkan dapat membuka matanya akan kemajuan teknologi ini dan jangan takut untuk mencicipi transaksi online, tentunya dengan cara yang aman.

"Hal ini memang dibutuhkan edukasi yang terus-menerus dari berbagai pihak. Kita juga ingin membuktikan bahwa lewat internet bisa menghasilkan uang," tukasnya.

Tokobagus sendiri saat ini sudah memiliki 700 ribu anggota. Tak tanggung-tanggung, sampai akhir tahun 2011, situs yang baru berulang tahun ini memiliki target member sampai 2 juta.

"Kita ingin menjadi situs jual beli nomor satu di Indonesia," pungkas Arnold.(dn)

Facebook & Google Komitmen Dukung IPv6

Messi Tunggu Napoli di Liga Champions

Jumat, 10 Juni 2011

Weiner Gagal Jadi Amerika 1 Akibat Selingkuh

Kamis, 09 Juni 2011

Slogan Anti Korupsi Demokrat hanya Omong Kosong

Rabu, 08 Juni 2011

VirtaPay

Selasa, 07 Juni 2011

DEKAB SITARO Bahas Penataan Wilayah Perbatasan

Hakim Syarifuddin: Agusrin Pantas Bebas Murni

Senin, 06 Juni 2011

Angka Rabies Bitung Setiap Tahun Meningkat

16 Orang Tewas Dihantam Rudal AS

KPK Punya Bukti Rekaman Kasus Syarifuddin

Buzz & Co Akan Dijerat Pasal Terorisme

Minggu, 05 Juni 2011

Warga Minahasa Mulai Pesimis Raih Adipura

Tersangka Pembunuh Briptu Indra Jadi Sasaran Amukan

Sabtu, 04 Juni 2011

Menuju Kota Bitung Yang Lebih Baik

Kamis, 02 Juni 2011

Oknum Kepsek Kumpul Kebo, Terancam Sanksi Berat Disiplin PNS

BitungPost : Kabar yang sudah tersebar di kalangan pendidikan kota Bitung, dimana salah satu oknum kepala sekolah dasar Girian Atas mengadakan kumpul kebo.

Hal tersebut telah menjadi rahasia umum sejumlah masyarakat Girian dan sempat di pertanyakan warga setempat terhadap status oknum Kepsek yang telah kumpul kebo dengan sopir pribadinya.

Kabar yang tak sedap ini,pekan lalu telah beredar di berbagai media massa. Kadis Dikpora Bitung Drs.Herman Rompis ketika di temui wartawan membenarkan adanya perbuatan dari oknum tersebut.

Lebih lanjut Rompis mengatakan bahwa prilaku seperti itu sangat memalukan,sejauh ini pihaknya telah memanggil oknum kepsek tersebut untuk di mintai penjelasan.

Rompis pun menegaskan,jika ini suatu pelanggaran maka yang nantinya bertindak adalah Badan Kepegawaian Daerah di sesuaikan dengan PP.53 tahun 2010 tentang Disiplin Kepegawaian.(Rhs)

Rabu, 01 Juni 2011

Pemeriksaan Rektor Unima Harus Ada Izin Presiden

Senin, 30 Mei 2011

Video Mesum Muda-Mudi Tersebar Lagi

Sabtu, 28 Mei 2011

KPK Akan Tindaklanjuti Temuan Mafia Anggaran di DPR

Reformasi Birokrasi di Kemenkum HAM Berhasil

Kamis, 26 Mei 2011

Rabu, 25 Mei 2011

Selasa, 24 Mei 2011

Senin, 23 Mei 2011

Minggu, 22 Mei 2011

Sabtu, 21 Mei 2011

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites