Hal tersebut di sampaikan langsung olah Camat Lembeh Utara Franky Lady SSTP kepada sejumlah wartawan rabu 24 Agustus 2011 di elurahan Mawali.
Kecamatan Lembeh Utara yang berpenduduk sebanyak 9123 jiwa atau 2502 kepala keluarga sebagian besarnya masih menggunakan bahan bakar dari kayu bakar dan kompor minyak tanah.
Menurut Lady alasan masyarakat yang masih enggan menggunakan bantuan tabung gas 3 kilogram tersebut,karena belum ada pangkalan isi ulang gas.
Sementara jika ada pangkalan,itupun arus mengeluarkan biaya yang tidak seimbang dengan harga pengisan seperti yang sosialisasikan pihak Pertamina dengan harga Rp.13.000 per tabung gas.
Salah satu kendala yang harus di hadapi warga Lembeh Utara yakni jauhnya lokasi pangkalan sedangkan 10 kelurahan tersebut cukup berjauhan tidak sama dengan yang berada di daratan kota Bitung.
Walaupun perangkat kecamatan dan kelurahan selalu mensosialisasikan bahwa jika di tangani sesuai ketentuan maka penggunaan bantuan tabung gas tersebut tidak berbahaya, namun jelas Lady bahwa masyarakat masih merasa penggunaan kayu bakar lebih efektif karena tidak mengeluarkan dana yang besar. (mo/bp)






0 komentar:
Posting Komentar