06.57
www.newsones.com
JAKARTA - Klaim Marzuki Alie di kediamannya tadi malam yang menyebutkan Presiden SBY setuju 100 persen dan tidak menyalahkannya atas pernyataan dirinya tentang pembubaran KPK dan pengampunan bagi koruptor saat buka bersama kembali menimbulkan kontroversi baru.
"Kata Bapak, kalimat saya tidak ada yang salah. Cuma kalimat itu kan dipotong saja," klaimnya tadi malam.
Menurut anggota Koalisi Masyarakat Sipil yang juga dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Bambang Widodo Umar, pernyataan terbaru Marzuki Alie adalah bukti bahwa dia politikus yang inkonsisten dengan pernyataan dan sikapnya.
"Kalau kemudian dia mau menutup wacana itu dan tak berkomentar lagi, maka dia benar dan konsisten. Kalau seperti sekarang seperti ini, ya jelas dia tak konsisten," ujar Bambang saat dihubungi wartawan, Sabtu (6/8/2011).
Menurut dia, klaim Marzuki dapat dipahami sedang mencari pembenaran atau apologi atas pernyataan kontroversialnya. "Ini namanya apologi karena dia berusaha mencari pembenaran normatifnya. Janganlah bersifat seperti itu, jadilah seorang negarawan yang benar," tegasnya.
Dengan pernyataan terbaru Marzuki, Bambang menilai seharusnya ada klarifikasi yang jelas tentang kebenaran pernyataan Marzuki yang secara jelas bertentangan dengan sikap yang selama ini didengungkan presiden, bahwa dirinya adalah panglima terdepan untuk memberantas korupsi.
"Kalau seandainya apa yang dikatakan Marzuki benar, presiden sudah kontradiksi dengan tekadnya sendiri," paparnya.
Bagaimanapun kata Bambang, pernyataan Marzuki meski memakai kata 'kalau' masyarakat menilai Marzuki memiliki niat untuk membubarkan KPK.(oz)
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar