Hal tersebut di ungkapkan wakil ketua DPRD Bitung Ir.Maurits Mantiri kepada sejumlah wartawan rabu 3 Agustus di ruang kerjanya.
Selain memperhatikan paket pembangunan, Mantiri menjelaskan bahwa pendidikan harus lebih terarah pada proses belajar mengajar secara konten,hal-hal tolak ukur kualitas pendidikan harus segera di benahi,masyarakat tidak mampu semakin di perhatikan bukan di bebani.
Demikan pula untuk rintisan sekolah bertaraf internasional(RSBI) ada paket di dalamnya sesuai peraturan menteri yang mengharuskan adanya dana shering dari daerah sebanyak 30 % untuk masyarakat sekitar sekolah yang memiliki anak berkemampuan intelektual tapi minim financial.
Di samping memprioritaskan pendidikan,Mantiri juga mengatakan bahwa kebutuhan social juga harus di jadikan skala prioritas.
Tanggapan dari kepala dinas Dikpora Bitung Drs.Herman Rompis mengatakan bangga jika program pendidikan pemerintah di akomodir DPRD Bitung.
Penanggung jawab pendidikan ini menjelaskan bahwa peningkatan mutu siswa dalam bentuk perlengkapan sarana prasarana fasilitas pendidikan maupun infrastrukturnya sangat berpengaruh positif.
Dari kepala dinas sosial Drs.Audy Pangemanan saat di konfirmasi mengatakan pergerakan social harus lebih di tingkatkan seperti program anak asuh yang belum di APBD kan,dana pendamping anak cacat,orang yang kecacatan amat berat dan lanjut usia(Lansia).
Lebih lanjut Pangemanan berharap adanya dana tanggap darurat bagi bantuan bencana musibah yang belum terakomodir lewat APBD,karena menurutnya jika daerah lain meminta bantuan ke pemerintah kota Bitung di berikan padahal di dalamnya masih banyak masyarakat kota Bitung yang belum tersentuh dana tersebut. (mo/bp)






0 komentar:
Posting Komentar